Efek Blog
PB.Tunas Harapan Junior Club
Sumber : http://jembersantri.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-efek-bubble-pada-cursor-di-blog.html#ixzz2Y1zJL1WZ Follow us: jembersantri.blogspot.com on Facebook

Rabu, 26 Juni 2013

Cara Memilih Raket yang Baik








Anda kesulitan memilih raket yang tepat ? atau yang cocok dengan karakter permainan anda ? . Ya memang , Pemilihan Raket adalah salah satu kendala yang sangat berpengaruh dalam permainan bulutangkis khususnya agar menghasilkan pukulan yang baik . Sebuah raket yang bagus, adalah yang sesuai dengan karakter permainan Anda. Pilihan raket yang tepat, niscaya akan turut membantu prestasi Anda . Permainan anda akan berkembang , juga pukulan yang di hasilkan pun 'berkualitas' . Maka penting kiranya anda harus faham dalam memilih raket yang cocok untuk karakter permainan anda .


 Komponen yang tidak terlepas dari sebuah raket adalah senar, dan menjadi salah satu yang paling dibutuhkan dalam bulutangkis. Jenis-jenis senar pun memilki ciri yang berlainan terhadap efek pantulan cock. Kebanyakan senar memiliki ketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30 + lb. 

Sebagai panduan bagaimana
memilih raket yang baik, berikut adalah paparan ringkas spesifikasi dan istilah untuk raket bulutangkis standar. Spesifikasi berikut memang bukan patokan standar internasional, namun hanya sebagai pedoman umum saja. 

1. Kelenturan Gagang (Stiffness of Shaft)

a. Medium (Fleksibel)
Pemindahan sebagian tenaga yang berpusat pada pergelangan tangan. Pemusatan energi untuk tungkai yang fleksibel saat raket diayun memberikan daya tolak lebih besar saat shuttlecock menyentuh raket. Jenis ini sangat baik untuk pertahanan (defensive) atau untuk mengontrol gaya permainan lainnya.

b. Stiff (Limited Flexibility)
Pemindahan tenaga yang memungkinkan dari pergelangan tangan. Tangkai jenis ini sangat dianjurkan untuk teknik permainan bertahan (defensive). Maupn permainan serangan (offensive).

c. Extra Stiff (Minimum Flexibility)
Pemindahan tenaga secara maksimum yang berpusat pada pergelangan tangan. Gerakan tangkai raket yang minimalis memberikan ketepatan yang lebih baik atas penempatan shuttlecock. Raket dengan tangkai jenis ini sangat ideal untuk teknik permainan serangan (offensive) seperti smashing, net kill dan sebagainya.


2. Bentuk Frame Raket

a. Conventional - Berbentuk Oval Standar.
b. Isometric - Berbentuk cenderung persegi (Square Head Share).

3. Komposisi Frame
 
a. Basis Material
- AluminiumHi
- Modulus Graphite
- Super Hi-Modulus Graphite
- Ultra Hi-Modulus Graphite
- Nano Carbon
b. Mesh
- Woven Kevlar
- Titanium Composite (Utility Titanium)
- Ultra Titanium
- GForceTi
- UltimumTi

4. Shaft Composition (Komposisi Gagang)

a. Bahan Baku
- Aluminium
- Hi-Modulus Graphite
- Super Hi-Modulus Graphite
- Ultra Hi-Modulus Graphite
- Nano Carbon
b. Mesh (join gagang dengan frame)
- Titanium Composite (Utility Titanium)
- Ultra Titanium
- UltimumTi

5. Bobot Raket
 
a. 2U (90-94g)
b. 3U (85-89g)
c. 4U (80-84g)

6. Panjang Total (frame tip - handle end)
 
a. Standard (665mm / 26.0 inches)
b. Long (675mm / 26.5 inches).

7. Ukuran Grip
 
a. Hi-Qua G2 - 3.25 inches, Tactic / Yonex G2 - 4.00 inches
b. Hi-Qua G3 - 3.50 inches, Tactic / Yonex G3 - 3.75 inches
c. Hi-Qua G4 - 3.75 inches, Tactic / Yonex G4 - 3.50 inches
d. Hi-Qua G5 - 4.00 inches, Tactic / Yonex G5 - 3.25 inches

8. Toleransi Tegangan Senar
 
a. Aluminium & Hi-Modulus Graphite Frames
- Main 18-20lbs (8-9kg)
- Cross 20-22lbs (9-10kg).
b. Super & Ultra Hi-modulus Graphite Frames
- Main 18-24lbs (8-11kg)
- Cross 20-26lbs (9-12kg).

9. Titik Keseimbangan dari Ujung Grip
 
a. 270-280mm = Head Light (Defensive)
b. 275-285mm = Neutral (All Round)
c. 285-295mm = Head Heavy (Offensive)
d. 295-300mm = Extra Head Heavy (Offensive) 

Sudah saatnya Anda sebagai seorang pebulutangkis, memilih raket yang sesuai dengan kapasitas permainan Anda. Walaupun spesifikasi diatas bukanlah merupakan patokan khusus, namun setidaknya dapat membantu Anda memilih jenis raket yang sesuai dengan gaya permainan Anda.




Courtesy : www.bulutangkis.com

Cara Memahami Tarikan Senar Raket



Diantara hal yang paling penting di perhatikan dalam persiapan bermain bulutangkis adalah menentukan kesiapan raket . Sebuah raket yang baik bisa bekerja secara optimal jika  bisa memahami tarikan senar raket yang sesuai dengan tipe si pemain . Raket sebagus apapun jika ia tidak faham dalam tarikan senar maka hasilnya kurang maksimal. Apalagi dalam sebuah event atau pertandingan resmi maka memperhatikan tarikan senar yang sesuai adalah sebuah kemestian yang harus di fahami .


Rahasia tarikan senar-1

Pertama-tama anda harus menentukan jenis senar yang akan anda gunakan : 

senar tebal untuk power player
senar tipis untuk control player

" Bagaimana anda bisa tahu anda termasuk power player atau control player? "

Minta bantuanlah kepada teman anda untuk mengamati saat anda sedang bermain . Jangan anda sendiri yang menentukan, mengapa ? Karena kebanyakan mereka memikirkan apa yang mereka inginkan (contoh : saya menginginkan sebagai penyerang smasher yang handal) dan bukan kenyataannya di lapangan (Contoh : kenyataannya saya jarang melakukan smash dan terlampau banyak melakukan drop shot dan lob). Contoh beberapa senar untuk power player adalah bg-65, 95, 65ti, ashaway ML, R4×300, dll Contoh beberapa senar untuk control player adalah bg-66, 68ti, 85, asahaway MP, R4×100/200, gosen pro-66, dll.

Pedoman umum mengenai tarikan senar: Semakin kencang tarikan, power menurun (dalam batas tertentu), control meningkat Semakin longgar tarikan, power meningkat (dalam batas tertentu), control menurun Asumsi di atas berlaku di range tarikan 18 s/d 35 lbs (maksimum yg saya tahu sampai saat ini belum ada pemain pro yg lebih dari 35lbs). Apakah hal ini berarti 18 lbs memberikan power yang paling maksimal? Jawabnya tidak, maksimal power tiap pemain berbeda-beda. Semakin tinggi kekuatan ayunan pukulannya, maksimal power diperoleh dari tarikan yang lebih tinggi (dalam batas tertentu). Batas tertentu inilah yang menjadi pencarian para pemain terutama pemain pemula. Itulah sebabnya saya bilang tarikan senar tiap pemain tidaklah sama, dan salah satunya tergantung dari kekuatan ayunan pukulan.

Rahasia tarikan senar-2

Ikuti langkah-langkah berikut:

1. Cari sparing partner 1 orang, main setengah lapangan single.
2. Anda harus berdiri di garis baseline paling belakang, pukul cock menggunakan 75% tenaga dengan teknik clear to baseline.
3. Lihat hasil akhirnya, apakah cock jatuh di antara 2 garis baseline? Ulangi selama kurang lebih 5-6 kali percobaan. Bila out berarti tarikan anda kurang tinggi, dan bila tidak sampai garis baseline depan berarti tarikan anda terlalu tinggi (alias ketinggian).
4. Sekarang anda lakukan hal yang sama tapi kali ini dengan kekuatan ayunan pukulan 100% tenaga.
5. Lihat hasil akhirnya, apakah cock jatuhnya out lebih dari 20 cm di belakang garis baseline? Ulangi selama 5-6 kali percobaan. Apabila tidak sampai out lebih dari 20cm, maka tarikan anda terlalu tinggi, dan harus dikurangi.
6. Jika hasil no. 3 dan 4 sudah sesuai dengan prosentase lebih dari 80% berarti anda sudah menemukan tarikan yang cocok buat anda. Setelah anda menemukan angka tarikan (string tension) yang ideal untuk anda, coba anda rasakan apakah ada peningkatan dalam permainan anda. 

Prinsip Dasarnya adalah:
Tarikan Kencang = Semakin enak buat kontrol
Tarikan Rendah = Semakin Powerfull

Demikian ...

Minggu, 23 Juni 2013

Teknik Pukulan Netting





Pukulan Netting adalah pukulan yang dilakukan agar bola merapat atau mendekat dengan jaring net sehingga memungkinkan musuh untuk sulit mengembalikannya . Pukulan netting yang baik yakni apabila bolanya dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali dengan net. Semakin dekat dan halus dengan jaring net , maka semakin baik kualitas pukulan netting .



Karakteristik teknik dasar ini adalah kok senantiasa jatuh bergulir sedekat mungkin dengan jaring atau net di daerah lapangan lawan. Koordinasi gerak kaki, lengan, keseimbangan tubuh, posisi raket dan kok saat perkenaan, serta daya konsentrasi adalah faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan pukulan ini.

Pegang raket dengan jari-jari tangan (ruas jari tangan), pergelangan tangan tetap rileks, posisi kepala (daun) raket sejajar dengan Iantai pada saat perkenaan raket dan kok yang harus diperhatikan selama proses pukulan jaring berlangsung. Di samping itu sikap dan posisi kaki tumpu harus tetap kokoh menapak di Iantai, dengan lutut kanan dibengkokkan, sehingga tidak terjadi gerakan tambahan yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh.

Hal yang perlu diperhatikan :

1.Pegangan raket forehand untuk forehand net dan backhand untuk backhand samping net.
2.Siku agak bengkok dan pergelangan ditekuk sedkit ke belakang.
3.Pada saat memukul, kaki kanan berada di depan dan bola dipukul pada posisi setinggi mungkin.
4.Sesaat sebelum perkenaan bola, buat tarikan kecil dan pergelangan tangan. Pukul bola pada bagian lengkung kanan dan kiri sampai pada bagian bawah bola. Akhir kepala raket menghadap atau sejajar dengan langit-langit.

Cara Latihan :
1.Berdiri kira-kira dua langkah dari jaring sambil memegang raket.
2.Penyaji melemparkan kok berturut-turut ke daerah jaring dan Anda berusaha memukul kok itu.
3.Lakukan latihan ini di sisi kanan dan kiri secara bergantian.
4.Tingkatkan faktor intensitas dan kesulitan latihan dengan cara sambil bergerak.
5.Arah dan sasaran pukulan dapat berbentuk lurus, silang atau dengan cara mendorong kok itu ke berbagai arah.